Selasa, 01 Januari 2019

Ideology and Nature of Mathematics Education

PENDIDIKAN MATEMATIKA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

 

 

NAMA                  : Anggoro Yugo Pamungkas

NIM                     : 18709251026

PRODI/KELAS    : Pendidikan Matematika / Kelas B

 

Activity 1 : Ideology of Education

Objective        : Understanding various ideology of education

Materials         : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method            : Group Discussion

Qustion/Problem:

Followings are various ideologies of education:

Radical

Conservative

Liberal

Humanist

Progressive

Socialist

Democracy

-Paulo Freire

-Ival Illich

-O’Neill

(1981)

-Plato

-Aristoteles

-Thomas Aquinas

-O’Neill

(1981)

-Maria Montes

Sorimo

-John Dewey

-Imam Alghazali

-Descartes

- Ki Hajar Dewantara

-JJ Rousseau

- John Dewey

- Paulo Freire

-Karl Max

-George Count

-Harold Rug

-John Dewey

a.     Radical

Radikal adalah proses secara sungguh-sungguh untuk melatih keberhasilan atau cita-cita yang dilakukan dengan cara-cara yang positif. Sedangkan, Radikalisme dalam pendidikan bisa muncul dari guru kepada siswa, dari pimpinan sekolah kepada guru, dan dari masyarakat atau orang tua siswa kepada guru dan sekolah dengan berbagai macam bentuk aktivitas intimidasi.

 

b.     Conservative

Konservatif berasal dari bahasa latin com servare, yang artinya "melindungi dari kerusakan/kerugian". Jadi orang yg dinamakan "kolot/konservatif" adalah orang yang tidak mau melakukan perubahan karena kuatir mempunyai dampak yang tidak baik terhadap dirinya maupun lingkungan. Paham Konservatif mengemukakan pendidikan adalah sebagai suatu pembentukan terhadap pribadi anak tanpa memperhatikan kekuatan-kekuatan atau potensi-potensi yang ada dalam diri anak. Pendidikan akan menentukan segalanya. Dalam artian pendidikan merupakan suatu proses pembentukan jiwa dari luar dimana mata pelajaran telah ditentukan menurut kemauan pendidik, sehingga anak tinggal menerima saja.

 

c.     Liberal

Bagi kaum liberalis pendidikan adalah usaha untuk melestarikan dan meningkatkan mutu tatanan sosial yang ada dengan cara mengajarkan bagaimana cara mengatasi masalah-masalah kehidupannya sendiri secara efektif (kecerdasan praktis).

 

d.     Humanist

Aliran humanistic berasumsi bahwa pada dasarnya manusia memiliki potensi-potensi yang baik, minimal lebih banyak dari pada buruknya. Aliran ini memfokuskan telaah kualitas-kualitas insani. Yakni kemampuan khusus manusia yang ada pada manusia, seperti kemampuan abstraksi, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan diri, dan rasa estetika. Kualitas ini khas dan tidak dimiliki oleh makhluk lain. Aliran ini juga memandang manusia sebagai makhluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri. Asumsi ini menunjukan bahwa manusia makhluk yang sadar dan mandiri, pelaku yang aktif yang dapat menentukan hampir segalanya.

 

e.     Progressive

Aliran progresivisme berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar dimasa akan datang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Filsafat progresivisme menekankan pada peningkatan kemampuan siswa melalui pengalaman, kemampuan diri/kemandirian, dan selalu memperoleh perubahan-perubahan secara pribadi yang dapat menimbulkan apresiasi dan kreasi siswa.

https://indonesiamengajar.org/forum/discussion/115/aliran-aliran-dalam-filsafat-pendidikan

 

f.      Socialist

Setiap individu butuh individu lainnya. Tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sekolah adalah salah satu tempat untuk bersosialisasi para siswa.

 

g.     Democracy

Demokrasi ditunjukkan dengan pemusatan perhatian serta usaha pada si anak untuk tumbuh dan berkembang menurut kodratnya. Dengan demikian, demokrasi dalam pendidikan merupakan pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan antara guru dan siswa, serta juga dengan pengelola pendidikan.

 

Activity 2 : Nature of Education

Objective        : Understanding various nature of education

Materials         : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method            : Group Discussion

Qustion/Problem:

 

Followings are various nature of education:

Obligation

Preserving

Exploiting

Tranforming

Liberating

Needs

Democracy

Al Ghazali

JJ Rousseau

Mikhail Bakunin

-J. Brunner

-Mahatma Gandhi

-Descartes

- Ki Hajar Dewantara

-JJ Rousseau

-Plato

-Aristoteles

a.     Obligation

Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas aktivitas hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap di atas 10 tahun.

 

b.     Preserving

Melestarikan sistem pendidikan dalam kerangka holistik hanya akan berjaya sekiranya kesemua yang terlibat secara implisit maupun eksplisit bekerjasama walaupun mempunyai perbedaan, agar visi mentransformasi negara ke arah menjadi sebuah negara maju dapat direalisasikan.

 

c.     Exploiting

Secara harafiah, eksplorasi berarti penyelidikan; penjajakan, penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber sumber alam yg terdapat di tempat itu, Kegiatan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru dari situasi yang baru (KBBI, 2008:379).

Jadi, dalam kaitan dengan pembelajaran, eksplorasi adalah tahapan pembelajaran di mana siswa diminta aktif menelaah dan mencaritemukan informasi suatu pengetahuan/konsep ilmu baru, tekhnik baru, metode dan rumus baru, atau menyelidiki pola hubungan antar unsur konsep ilmu,  sambil berusaha memahaminya.  Inti kegiatan eksplorasi adalah pelibatan siswa dalam menelaah sesuatu hal baru, entah berhbubungan dengan materi pelajaran sebelumnya maupun yang benar-benar baru bagi siswa. 

Perwujudan kegiatan eksplorasi dalam kelas antara lain adalah:

·       menelaah materi dalam buku pelajaran dengan cara membaca pemahaman

·       membuat praktikum/peragaan/melakukan ujicoba di lapangan atau laboratorium

·       mengamati benda dan gejala-gejala alam (misalnya tumbuhan, anatomi tubuh, resapan air pada kertas) dan mencatat hasil pengamatan sebagai laporan. 

Dalam kegiatan eksplorsi, siswa harus mencatat hasil eksplorasinya. Catatan bisa berupa gambar, sketsa, tabulasi data dan grafik, dan sebagainya. Dipayakan agar ekspolrasi juga membuat siswa bebas mengungkapkan idenya. Dalam kegiatan eksplorasi selain mempelajari hal-hal yang belum duketahui, juga memberi kesempatan agar siwa mampu menempa kemampuan (abillity) pribadinya. Ini merupakan inner eksploration. Sebab, dengan demikian siswa akan tahu, apa saja kelemahan dirinya dalam kegiatan belajar.

 

d.     Transforming

Dalam sistem pendidikan terjadi proses transformasi, yaitu proses mengubah siswa agar menjadi manusia terdidik sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini semua komponen pendidikan melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi satu sama lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Adapun output atau hasilnya adalah manusia terdidik yang diperuntukkan bagi masyarakat atau sistem-sistem lain yang berada di dalam suprasistem.

 

e.     Liberating

Dalam sudut pandang liberal terdapat tiga ungkapan yang menjadi konsep terbentuknya liberalisasi pendidikan yaitu liberalisme pendidikan, liberasionisme pendidikan dan anarkisme pendidikan.

 

f.      Needs

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir, bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup, dan penghidupan manusia yang mengembang tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah.

 

g.     Democracy

Demokrasi Pendidikan diartikan sebagai hak setiap warga Negara atas kesempatan yang seluas – luasnya untuk menikmati Pendidikan , yang sesuai dengan bunyi pernyataan Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat ( 1) yaitu “ Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asai manusia , nilai keagamaan , nilai kultural , dan kemajemukan bangsa. Dua hal yang penting dalam mengikuti pendidikan yaitu : pertama , memperoleh pengetahuan , ketrampilan dan kemampuan dalam batas tertentu yakni pada level pendidikan dasar Sembilan tahun ; kedua , adanya peluang untuk memilih satuan pendidikan sesuai dengan karakteristiknya.

 

Activity 3 : The Nature of Mathematics

Objective        : Understanding various the nature of mathematics

Materials         : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method            : Group Discussion

Qustion/Problem:

 

Followings are various the nature of mathematics:

Body of Knowledge

Science of Truth

Structure of Truth

Process of Thinking

Social Activities

-Plato

Immanuel Kant

-Aristoteles

-Bertand Russel

-Thales

-Aristoteles

-Theophrastus

-Thomas Aquinas

-Petrus Hispanus

-Roger Bacon

-Kline

a.     Body of Knowledge

Matematika sebagai ratu ilmu artinya matematika sebagai alat dan pelayan ilmu yang lain. Matematika sebagai suatu ilmu yang berfungsi melayani ilmu pengetahuan. Matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu, juga untuk melayani kebutuhan ilmu pengetahuan dalam pengembangan dan operasionalnya. Matematika sebagai ratu ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain. Banyak sekali cabang ilmu pengetahuan yang pengembangan teori-teorinya didasarkan pada pengembangan konsep matematika.

Sebagai contoh, banyak teori-teori dan cabang-cabang dari fisika dan kimia (modern) yang ditemukan dan dikembangkan melalui konsep kalkulus, khususnya tentang persamaan differensial. Contoh lain, teori ekonomi mengenai permintaan dan penawaran yang dikembangkan melalui konsep fungsi dan kalkulus tentang differensial dan integral.

Dari kedudukan matematika sebagai pelayan ilmu pengetahuan, tersirat bahwa matematika sebagai suatu ilmu yang berfungsi pula untuk melayani ilmu pengetahuan. Dapat dikatakan bahwa matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu dan sebagai penyedia jasa layanan untuk pengembangan ilmu-ilmu yang lain pula. (Erman Suherman, dkk, 2001:29)

 

b.     Science of truth

Matematika dikenal sebagai ilmu deduktif, karena proses mencari kebenaran (generalisasi) dalam matematika berbeda dengan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan yang lain. Metode pencarian kebenaran yang dipakai adalah metode deduktif, tidak dapat dengan cara induktif. Pada ilmu pengetahuan alam adalah metode induktif dan eksperimen.

Walaupun dalam matematika mencari kebenaran itu dapat dimulai dengan cara induktif, tetapi seterusnya generalisasi yang benar untuk semua keadaan harus dapat dibuktikan dengan cara deduktif. Dalam matematika suatu generalisasi dari sifat, teori atau dalil itu dapat diterima kebenarannya sesudah dibuktikan secara deduktif.

Contoh dalam ilmu fisika, bila seorang melakukan percobaan (eksperimen) sebatang logam dipanaskan maka memuai dan dilanjutkan dengan logam-logam yang lainnya, dipanaskan ternyata memuai juga, maka dia dapat membuat kesimpulan (generalisasi) bahwa setiap logam yang dipanaskan itu dapat memuai. Generalisasi yang dibuat secara induktif tersebut dalam ilmu fisika dapat dibenarkan contoh dalam ilmu fisika di atas, pada matematika contoh-contoh seperti itu baru dianggap sebagai generalisasi jika kebenarannya dapat dibuktikan secara deduktif. Berikut adalah beberapa contoh pembuktian dalil atau generalisasi pada matematika

 

c.     Structure of truth

Matematika merupakan ilmu terstruktur yang terorganisasikan. Hal ini karena matematika dimulai dari unsur yang tidak didefinisikan. Untuk mempelajari matematika, konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat, harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami topik atau konsep selanjutnya.

Dalam pembelajaran matematika guru seharusnya menyiapkan kondisi siswanya agar mampu menguasai konsep-konsep yang akan dipelajari mulai dari yang sedehana sampai yang lebih kompleks.

Contoh seorang siswa yang akan mempelajari sebuah volume kerucut haruslah mempelajari mulai dari lingkaran, luas lingkaran, bangun ruang dan akhirnya volume kerucut. Untuk dapat mempelajari topik volume balok, maka siswa harus mempelajari rusuk / garis, titik sudut, sudut, bidang datar persegi dan persegi panjang, luas persegi dan persegi panjang, dan akhirnya volume balok.

 

d.     Process of Thinking

Menurut Khodijah dalam buku Psikologi Belajar, secara sederhana, berfikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berfikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berfikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item.

 

e.     Social Activities

Aktivitas sosial adalah perbuatan atau perilaku manusia untuk mencapai tujuan subjektif dirinya. Misalnya, sejak kecil manusia sudah melakukan aktivitas sosial seperti membagi makanan dengan temannya atau memberikan sesuatu kepada pengemis. Aktivitas sosial manusia diperoleh melalui proses belajar dan proses pengalaman dari orang lain.

 

Sumber : Internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nuansa FIlsafat dalam Pendidikan Matematika

NUANSA FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA   Anggoro Yugo Pamungkas 1 , m arsigit 2 1, 2 Pendidikan Matematika, ...