|
PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA |
|
|
NAMA
: Anggoro Yugo
Pamungkas NIM : 18709251026 PRODI/KELAS : Pendidikan Matematika / Kelas B |
Activity 1 : Ideology of Education
Objective : Understanding various ideology of
education
Materials : Posed problems or questions, handout
and supporting references
Method : Group Discussion
Qustion/Problem:
Followings are various ideologies
of education:
|
Radical |
Conservative |
Liberal |
Humanist |
Progressive |
Socialist |
Democracy |
|
-Paulo Freire -Ival Illich |
-O’Neill (1981) -Plato -Aristoteles -Thomas Aquinas |
-O’Neill (1981) -Maria Montes Sorimo -John Dewey -Imam Alghazali |
-Descartes - Ki Hajar Dewantara -JJ Rousseau |
- John Dewey - Paulo Freire |
-Karl Max -George Count -Harold Rug |
-John Dewey |
a. Radical
Radikal
adalah proses secara sungguh-sungguh untuk melatih keberhasilan atau cita-cita
yang dilakukan dengan
cara-cara yang positif. Sedangkan, Radikalisme
dalam pendidikan bisa muncul dari guru kepada siswa, dari pimpinan sekolah
kepada guru, dan dari masyarakat atau orang tua siswa kepada guru dan sekolah
dengan berbagai macam bentuk aktivitas intimidasi.
b. Conservative
Konservatif berasal dari bahasa latin com
servare, yang artinya "melindungi dari kerusakan/kerugian". Jadi
orang yg dinamakan "kolot/konservatif" adalah orang yang tidak mau
melakukan perubahan karena kuatir mempunyai dampak yang tidak baik terhadap
dirinya maupun lingkungan. Paham Konservatif mengemukakan pendidikan adalah
sebagai suatu pembentukan terhadap pribadi anak tanpa memperhatikan
kekuatan-kekuatan atau potensi-potensi yang ada dalam diri anak. Pendidikan akan menentukan segalanya. Dalam artian pendidikan merupakan
suatu proses pembentukan jiwa dari luar dimana mata pelajaran telah ditentukan
menurut kemauan pendidik, sehingga anak tinggal menerima saja.
c. Liberal
Bagi kaum
liberalis pendidikan adalah usaha untuk melestarikan dan meningkatkan mutu
tatanan sosial yang ada dengan cara mengajarkan
bagaimana cara mengatasi masalah-masalah kehidupannya sendiri secara efektif
(kecerdasan praktis).
d. Humanist
Aliran
humanistic berasumsi bahwa pada dasarnya manusia memiliki potensi-potensi yang
baik, minimal lebih banyak dari pada buruknya. Aliran ini memfokuskan telaah
kualitas-kualitas insani. Yakni kemampuan khusus manusia yang ada pada manusia,
seperti kemampuan abstraksi, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan diri,
dan rasa estetika. Kualitas ini khas dan tidak dimiliki oleh makhluk lain.
Aliran ini juga memandang manusia sebagai makhluk yang otoritas atas
kehidupannya sendiri. Asumsi ini menunjukan bahwa manusia makhluk yang sadar
dan mandiri, pelaku yang aktif yang dapat menentukan hampir segalanya.
e. Progressive
Aliran
progresivisme berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin
tidak benar dimasa akan datang. Pendidikan harus
terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Filsafat
progresivisme menekankan pada peningkatan kemampuan
siswa melalui pengalaman, kemampuan diri/kemandirian, dan selalu memperoleh
perubahan-perubahan secara pribadi yang dapat menimbulkan apresiasi dan kreasi
siswa.
https://indonesiamengajar.org/forum/discussion/115/aliran-aliran-dalam-filsafat-pendidikan
f. Socialist
Setiap individu
butuh individu lainnya. Tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri tanpa
bantuan orang lain. Sekolah adalah salah satu tempat untuk bersosialisasi para
siswa.
g. Democracy
Demokrasi
ditunjukkan dengan pemusatan perhatian serta usaha pada si anak untuk tumbuh
dan berkembang menurut kodratnya. Dengan demikian, demokrasi dalam pendidikan
merupakan pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta
perlakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses
pendidikan antara guru dan siswa, serta juga dengan pengelola pendidikan.
Activity 2 : Nature of Education
Objective : Understanding various nature of education
Materials : Posed problems or questions, handout
and supporting references
Method : Group Discussion
Qustion/Problem:
Followings are various nature
of education:
|
Obligation |
Preserving |
Exploiting |
Tranforming |
Liberating |
Needs |
Democracy |
|
Al Ghazali |
JJ Rousseau |
Mikhail Bakunin |
-J. Brunner |
-Mahatma Gandhi |
-Descartes - Ki Hajar Dewantara -JJ Rousseau |
-Plato -Aristoteles |
a. Obligation
Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari
penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali
pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo
pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut
seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas aktivitas
hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk
suatu jangka waktu tetap di atas 10 tahun.
b. Preserving
Melestarikan sistem pendidikan dalam kerangka holistik
hanya akan berjaya sekiranya kesemua yang terlibat
secara implisit maupun eksplisit bekerjasama walaupun mempunyai perbedaan, agar
visi mentransformasi negara ke arah menjadi sebuah negara maju dapat
direalisasikan.
c. Exploiting
Secara harafiah,
eksplorasi berarti penyelidikan; penjajakan, penjelajahan lapangan dengan
tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber
sumber alam yg terdapat di tempat itu, Kegiatan untuk memperoleh
pengalaman-pengalaman baru dari situasi yang baru (KBBI, 2008:379).
Jadi, dalam kaitan
dengan pembelajaran, eksplorasi adalah tahapan pembelajaran di mana siswa
diminta aktif menelaah dan mencaritemukan informasi suatu pengetahuan/konsep
ilmu baru, tekhnik baru, metode dan rumus baru, atau menyelidiki pola hubungan
antar unsur konsep ilmu, sambil berusaha memahaminya. Inti kegiatan
eksplorasi adalah pelibatan siswa dalam menelaah sesuatu hal baru, entah
berhbubungan dengan materi pelajaran sebelumnya maupun yang benar-benar baru
bagi siswa.
Perwujudan kegiatan eksplorasi dalam kelas antara
lain adalah:
· menelaah
materi dalam buku pelajaran dengan cara membaca pemahaman
· membuat
praktikum/peragaan/melakukan ujicoba di lapangan atau laboratorium
· mengamati
benda dan gejala-gejala alam (misalnya tumbuhan, anatomi tubuh, resapan air
pada kertas) dan mencatat hasil pengamatan sebagai laporan.
Dalam kegiatan
eksplorsi, siswa harus mencatat hasil eksplorasinya. Catatan bisa berupa
gambar, sketsa, tabulasi data dan grafik, dan sebagainya. Dipayakan agar
ekspolrasi juga membuat siswa bebas mengungkapkan idenya. Dalam kegiatan
eksplorasi selain mempelajari hal-hal yang belum duketahui, juga memberi
kesempatan agar siwa mampu menempa kemampuan (abillity) pribadinya. Ini
merupakan inner eksploration. Sebab, dengan demikian siswa akan
tahu, apa saja kelemahan dirinya dalam kegiatan belajar.
d. Transforming
Dalam sistem
pendidikan terjadi proses transformasi, yaitu proses mengubah siswa agar
menjadi manusia terdidik sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini
semua komponen pendidikan melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi
satu sama lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan
pendidikan. Adapun output atau hasilnya adalah manusia terdidik yang
diperuntukkan bagi masyarakat atau sistem-sistem lain yang berada di dalam
suprasistem.
e. Liberating
Dalam sudut pandang liberal terdapat tiga ungkapan yang
menjadi konsep terbentuknya liberalisasi pendidikan yaitu liberalisme
pendidikan, liberasionisme pendidikan dan anarkisme pendidikan.
f. Needs
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam
kehidupan manusia yang berfikir, bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam
rangka mempertahankan hidup dalam hidup, dan penghidupan manusia yang
mengembang tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah.
g. Democracy
Demokrasi Pendidikan diartikan sebagai hak setiap warga Negara atas kesempatan yang seluas – luasnya untuk menikmati Pendidikan , yang sesuai dengan bunyi pernyataan Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat ( 1) yaitu “ Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asai manusia , nilai keagamaan , nilai kultural , dan kemajemukan bangsa. Dua hal yang penting dalam mengikuti pendidikan yaitu : pertama , memperoleh pengetahuan , ketrampilan dan kemampuan dalam batas tertentu yakni pada level pendidikan dasar Sembilan tahun ; kedua , adanya peluang untuk memilih satuan pendidikan sesuai dengan karakteristiknya.
Activity 3 : The Nature of Mathematics
Objective : Understanding various the nature of mathematics
Materials : Posed problems or questions, handout
and supporting references
Method : Group Discussion
Qustion/Problem:
Followings are various the nature of mathematics:
|
Body of Knowledge |
Science of Truth |
Structure of Truth |
Process of Thinking |
Social Activities |
|
-Plato |
Immanuel Kant |
-Aristoteles -Bertand Russel |
-Thales -Aristoteles -Theophrastus -Thomas Aquinas -Petrus Hispanus -Roger Bacon |
-Kline |
a. Body
of Knowledge
Matematika
sebagai ratu ilmu artinya matematika sebagai alat dan pelayan ilmu yang lain.
Matematika sebagai suatu ilmu yang berfungsi melayani ilmu pengetahuan.
Matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu, juga
untuk melayani kebutuhan ilmu pengetahuan dalam pengembangan dan operasionalnya.
Matematika sebagai ratu ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber
dari ilmu yang lain. Banyak sekali cabang ilmu pengetahuan yang pengembangan
teori-teorinya didasarkan pada pengembangan konsep matematika.
Sebagai contoh,
banyak teori-teori dan cabang-cabang dari fisika dan kimia (modern) yang
ditemukan dan dikembangkan melalui konsep kalkulus, khususnya tentang persamaan
differensial. Contoh lain, teori ekonomi mengenai permintaan dan penawaran yang
dikembangkan melalui konsep fungsi dan kalkulus tentang differensial dan
integral.
Dari kedudukan
matematika sebagai pelayan ilmu pengetahuan, tersirat bahwa matematika sebagai
suatu ilmu yang berfungsi pula untuk melayani ilmu pengetahuan. Dapat dikatakan
bahwa matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu
dan sebagai penyedia jasa layanan untuk pengembangan ilmu-ilmu yang lain pula.
(Erman Suherman, dkk, 2001:29)
b. Science
of truth
Matematika
dikenal sebagai ilmu deduktif, karena proses mencari kebenaran (generalisasi)
dalam matematika berbeda dengan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan yang
lain. Metode pencarian kebenaran yang dipakai adalah metode deduktif, tidak
dapat dengan cara induktif. Pada ilmu pengetahuan alam
adalah metode induktif dan eksperimen.
Walaupun dalam
matematika mencari kebenaran itu dapat dimulai dengan cara
induktif, tetapi seterusnya generalisasi yang benar untuk semua keadaan harus
dapat dibuktikan dengan cara deduktif. Dalam matematika suatu generalisasi dari
sifat, teori atau dalil itu dapat diterima kebenarannya sesudah dibuktikan
secara deduktif.
Contoh dalam
ilmu fisika, bila seorang melakukan percobaan (eksperimen) sebatang logam
dipanaskan maka memuai dan dilanjutkan dengan logam-logam yang lainnya,
dipanaskan ternyata memuai juga, maka dia dapat membuat kesimpulan
(generalisasi) bahwa setiap logam yang dipanaskan itu dapat memuai.
Generalisasi yang dibuat secara induktif tersebut dalam ilmu fisika dapat
dibenarkan contoh dalam ilmu fisika di atas, pada matematika contoh-contoh seperti
itu baru dianggap sebagai generalisasi jika kebenarannya dapat dibuktikan
secara deduktif. Berikut adalah beberapa contoh pembuktian dalil atau
generalisasi pada matematika
c. Structure
of truth
Matematika
merupakan ilmu terstruktur yang terorganisasikan. Hal ini karena matematika
dimulai dari unsur yang tidak didefinisikan. Untuk mempelajari matematika,
konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat, harus benar-benar dikuasai agar dapat
memahami topik atau konsep selanjutnya.
Dalam
pembelajaran matematika guru seharusnya menyiapkan kondisi siswanya agar mampu
menguasai konsep-konsep yang akan dipelajari mulai
dari yang sedehana sampai yang lebih kompleks.
Contoh seorang
siswa yang akan mempelajari sebuah volume kerucut
haruslah mempelajari mulai dari lingkaran, luas lingkaran, bangun ruang dan
akhirnya volume kerucut. Untuk dapat mempelajari topik volume balok, maka siswa
harus mempelajari rusuk / garis, titik sudut, sudut, bidang datar persegi dan
persegi panjang, luas persegi dan persegi panjang, dan akhirnya volume balok.
d. Process
of Thinking
Menurut Khodijah
dalam buku Psikologi Belajar, secara sederhana, berfikir adalah memproses
informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berfikir
adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan
maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berfikir
adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item.
e. Social
Activities
Aktivitas sosial adalah
perbuatan atau perilaku manusia untuk mencapai tujuan subjektif dirinya.
Misalnya, sejak kecil manusia sudah melakukan aktivitas sosial seperti membagi
makanan dengan temannya atau memberikan sesuatu kepada pengemis. Aktivitas
sosial manusia diperoleh melalui proses belajar dan proses pengalaman dari
orang lain.
Sumber : Internet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar